Category Archives: Konstruksi

Cara Meratakan Lantai Beton dengan Floor Hardener

Floor hardener ialah bahan pembuatan lantai beton agar lebih kuat dan awet tahan lama. Penggunaan hardener sudah diterapkan oleh sebagian besar orang, hal ini dikarenakan walaupun lantai beton tampak lebih kuat, seiring waktu berjalan beton tersebut akan rusak dan rapuh. Resiko retak semakin besar jika lantai beton terkena air hujan, ditambah banyaknya beban berat seperti kendaraan yang melintas di atasnya.

Cara Meratakan Lantai Beton dengan Floor Hardener

Pengeras lantai seperti ini banyak digunakan pada tempat tertentu, seperti garasi, bengkel, pabrik, landasan pacu, jalan beton, industri rekayasa alat berat, rumah sakit, pelabuhan dan tempat lainnya yang memiliki aktivitas tinggi. Adapun hardener yang digunakan bisa berbentuk cair maupun padat, yang terpenting dalam pencampurannya dengan bahan lain sesuai dengan takaran.

Cara Menerapkan dan Meratakan Lantai Beton dengan Floor Hardener

Meratakan Lantai Beton dengan Floor Hardener

Penggunaan hardener memiliki dampak positif yang sangat besar yaitu lantai menjadi lebih kuat dan memiliki ketahanan yang tinggi. Permukaan lantai anti slip, anti debu dan memiliki ketahanan yang tinggi terhadap benturan dan zat kimia yang tumpah. Selain itu, perawatan dan pembuatannya bisa dilakukan dengan mudah. Berikut tahap-tahap meratakan lantai beton dengan menggunakan floor hardener :

1. Persiapkan bahan dan alat

Pertama-tama persiapkan bahan-bahannya terlebih dahulu, yaitu berupa cairan atau bubuk hardener. Dua jenis hardener ini pengaplikasiannya berbeda. Bentuk cairan bisa diterapkan saat lantai beton yang mengalami kerusakan, sedangkan hardener bubuk bisa diterapkan dengan cara ditaburkan di atas lantai beton. Untuk warna hardener juga dibedakan menjadi dua, ada bahan berwarna natural dan ada bahan dengan warna-warna cerah. Selain menyiapkan bahan, penting pula menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan, salah satu ialah mesin trowel.

2. Siapkan permukaan lantai

Permukaan lantai harus dipelat terlebih dahulu dengan minimal ketebalan beton 15 cm, selanjutnya tuang beton di atasnya. Silahkan ratakan beton tersebut dengan bantuan batang besi dan bantuan trowel. Ketahui juga bahwa permukaan lantai beton yang akan ditaburkan hardener harus memiliki kadar minimum semen sebesar 300 kg/m3. Selanjutnya cek kesiapan beton, apakah sudah siap ditaburi hardener atau belum.

3. Pengaplikasian hardener

Jika lantai beton sudah melalui setting time maka selanjutnya penaburan hardener di atas beton. Pastikan penaburan dilakukan secara merata dengan jumlah dosis kurang lebih 4 hingga 5 kg per m2. Ingat, pengaplikasian hardener ini harus dilakukan secara urut dan tidak terputus, sehingga hasilnya lebih memuaskan.

4. Meratakan dengan Trowel

Sesudah hardener ditaburkan secara merata ke semua sisi maka tunggulah hingga bubuk tersebut memadat, selanjutnya lakukan penghalusan menggunakan mesin trowel. Meratakan lantai beton yang sudah ditaburi hardener harus dilakukan secara hati-hati, karena disinilah yang akan menentukan hasilnya. Untuk awalan gunakan putaran yang pelan saja, dan saat melakukan finishing maka gunakan putaran trowel yang lebih kencang. Pastikan tahap ini dilakukan setelah beton mengeras dan mampu menahan beban berat trowel.

5. Curing compound

Langkah terakhir yang harus dilakukan ialah melapisi beton dengan curing compound, dengan tujuan untuk mengurangi penguapan air pada beton. Dengan adanya metode ini diharapkan ketahanan beton terhadap air lebih tinggi.

Demikian cara-cara menerapkan dan meratakan lantai beton dengan menggunakan hardener. Cara di atas memang mudah dikerjakan sendiri, namun pengaplikasian yang gagal hanya akan membuat lantai menjadi rusak. Agar hasil berkualitas maka sangat disarankan memilih hardener berkualitas, pastikan juga  memilih jasa floor hardener yang profesional dan dapat dipercaya.