Informasi Lengkap Mengenai Konblok

Informasi Lengkap Mengenai Konblok

Konblok atau nama lainnya adalah paving blok sudah cukup familiar dikenal di masyarakat Indonesia. Penggunaannya sudah menyebar luar dari trotoar, halaman rumah, hingga taman. Konblok digunakan untuk menutupi tanah, meratakan permukaan tanah, dan merapikan area tertentu.

Ukuran, bentuk, warna hingga ketebalannya sangat variatif sesuai kebutuhan. Dari segi ketebalan terdapat tiga jenis yang beredar di pasaran, yaitu 10 cm, 8 cm dan 6 cm. Sementara itu dari segi bentuk terdapat dua jenis, yaitu segi banyak dan segi empat.

Kelebihan konblok

Mengapa kemudian penutup dan perata permukaan tanah ini luas digunakan di seluruh dunia, karena jelas memiliki banyak kelebihan yang mengungkan. Kelebihan tersebut antara lain:

Daya serap air. Daya serap air akan berguna jika terjadi hujan, tidak akan ada genangan di sekitar permukaan blok. Selain itu daya serap air ini juga membantu tanah menyerap air sehingga air tanah tetap tersedia

  • Harga terjangkau
  • Pemasangan yang mudah dan dapat ganti motif dengan sama mudahnya
  • Berat lebih ringan
  • Memiliki tekstur dan warna yang lebih variatif
  • Kekurangan konblok/paving blok

Selain kelebihan, blok penutup permukaan tanah ini juga memiliki kekurangan. Antara lain:

  • Mudah rusak jika dilalui kendaraan yang berkecepatan tinggi
  • Jika pemasangannya tidak kuat, paving akan bergelombang
  • Paving juga akan mudah pecah, renggag dan saling bergeser jika pemasangannya tidak benar menempel ke beton atau pasir.

Jenis paving blok

Seperti yang telah dijabarkan sebelumnya, paving untuk menutupi permukaan tanah memiliki banyak jenis dan ukuran. Jenis-jenis tersebut antara lain:

Tipe bata (Truepave)

Tipe ini merupakan tipe yang paling umum digunakan. Tipe yang berbentu bata dinding ini memiliki kelebihan yaitu sangat mudah dipasang. Ukuran tipe ini biasanya berkisar 21 x 10,5 cm dengan ketebalan 6, 8, dan 10 cm. Sementara itu warna yang tersedia untuk paving tipe bata ini adalah hitam, kuning, hijau, merah dan natural.

Tipe cacing (interpave)

Tipe ini juga cukup banyak digunakan dan pemasangannya juga cukup mudah, hanya saja tipe ini tidak dapat dikombinasikan dengan tipe lain. Ukuran tipe ini biasanya berkisar 22,5 x 11,5 cm dengan ketebalan 6, dan 8 cm.  Sementara itu warna yang tersedia untuk paving tipe bata ini adalah hitam, kuning, hijau, merah dan natural.

Tipe segi enam (hexagon)

Tipe ini merupakan tipe dengan bentuk segi enam melingkar. Biasanya dipasang di taman-taman apalagi dengan kombinasi yang berwarna warni akan menambah keindahan dekorasi taman. . Ukuran tipe ini biasanya berkisar 20 x 20 cm dengan ketebalan 6, dan 8 cm.  Sementara itu warna yang tersedia untuk paving tipe bata ini adalah hitam, kuning, hijau, merah dan natural.

Tipe triheksagonal

Tipe ini merupakan tipe yang rumit dan pemasangannya pun hanya bisa satu pola saja. Ukuran tipe ini biasanya berkisar 19,7 x 9,6 cm dengan ketebalan 6, dan 8 cm.  Sementara itu warna yang tersedia untuk paving tipe bata ini adalah hitam, kuning, hijau, merah dan natural.

Tipe kubus (halfpave)

Ukuran tipe ini biasanya berkisar 10,5 x 10,5 cm dengan ketebalan 6, dan 8 cm.  Sementara itu warna yang tersedia untuk paving tipe bata ini adalah hitam, kuning, hijau, merah dan natural.

Tipe ubin (fullpave)

Ukuran tipe ini biasanya berkisar 21 x 21 cm dengan ketebalan 6, dan 8 cm.  Sementara itu warna yang tersedia untuk paving tipe bata ini adalah hitam, kuning, hijau, merah dan natural.

Tipe blok ubin set

Ukuran tipe ini biasanya berkisar 21 x 21/ 10,5 x 10,5 cm dengan ketebalan 6, dan 8 cm.  Sementara itu warna yang tersedia untuk paving tipe bata ini adalah hitam, kuning, hijau, merah dan natural.

Tipe topi uskup

Tipe ini digunakan hanya untuk tepian paving blok tipe bata. Ukuran tipe ini biasanya memiliki panjang 30 cm dengan ketebalan 6, dan 8 cm.  Sementara itu warna yang tersedia untuk paving tipe bata ini adalah hitam, kuning, hijau, merah dan natural.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *